Misteri Ka'bah Yang Menggegerkan NASA

in | 44 comments
Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.


Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran  menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.


Makkah Pusat Bumi

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.


Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.


Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.


Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:

‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.


Makkah atau Greenwich

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.



Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)


Sumber :
fahrinotes.blogspot.com

44 comments:

Agus said...

Subhanallah . .

Anonymous said...

Memang Nasrani dan Yahudi tidak pernah mau menerima kebenaran, dan anehnya kita umat muslim malah mengikutinya seperti waktu berdasarkan GMT, kalender yang umum digunakan adalah kalender Masehi..hmm..

Anonymous said...

masing2 aja kalo gitu. islam pake waktu mekah. kayak penanggalan juga bisa kan? nanti keliatan ribet nggaknya. kayak di indonesia aja gak pernah sama antara M dan N. harus jelas hitungannya, sistematis dan kompak, pasti jalan. maybe...

chelseagame.net said...

Alloh Akbar

NusaTV.com - TV Online said...

Subhanallah

elank said...

subahanallah....kuasaMu ya rabb . . . .

Leny said...

SubhanaLlah ..

Itu bukti bahwa Islam membawa kebenaran.
Allah Maha Besar.

Anonymous said...

JIKA KITA MAU MEMPELAJARI ALL OUR'AN KITA AKAN BISA MENGUNGKAP RAHASIA DUNIA DAN AKHIRAT DAN MASIH BANYAK ILMU YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA JADI JANGAN HERAN KLO SETINGGI APAPUN ATAU SECANGGIH APAPUN ILMU PENGETAHUAN SEMUANYA SUDAH LEBIH DULU ADA DI DLM AL OUR'AN DAN SEMUA ITU PASTI BENARNYA

Anonymous said...

beugh.....hoax lagi nih!!!!!!!!!!!!!!!

Anonymous said...

ini bukan hoax.. ini real... sudah banyak bukti dalam hidup kalian.. hanya Allah satu.satunya sesembahan... mengapa kalian tak pernah menyadarinya..????

Anonymous said...

subhanallah...
makin banyak bukti2 yg mendukung kebenaran&keistimewaan islam.
do'akan saudara2 kita yang tersesat untuk bisa berada di jalan Allah swt. amiin

Anonymous said...

.,islam 100% benarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

Anonymous said...

Video yang menarik..
http://www.youtube.com/watch?v=_wScJ8uZ3xU

Anonymous said...

Wawh, sayangnya aku golongan Nasrani (GUBBRAKKK!!!) Tapi sekarang udah ke Yahudi (GUUBBBRRRAAAAKKKKK!!!!!!) udahlah yang ini tetap beghini!

Anonymous said...

subhanAllah. . .

Anonymous said...

subhanallah....................

sobat lihaat juga di www.3huges.co.cc

Mohammad Rizki Adi Pradana said...

Subhanallah ...
Kalo udh tau kya gini, mending cepet" di rubah deh ...
Udh tau salah, masa ga dirubah ? :)

onangharyadi said...

Ya Alloh, betapa kecil dan lemahnya kami di hadapan-Mu, betapa kami hanyalah manusia-manusia yang tak berdaya, maafkanlah kami yang buta akan keagungan-Mu, maafkanlah kami yang tuli akan kebesaran nama-Mu,sungguh derai air mata ini tak kan pernah cukup untuk memohon ampunan-Mu, selamatkanlah kami, juga ridhoilah kami, pasrah jiwa, juga raga ini, hanya kepada-Mu wahai pemilik singgasana yang Maha Agung,....

Andry Maulana said...

Mantab bangetz , ijin sedot gan buat blog baruku http://bl0gnya-blogger.blogspot.com/ , berkunjung ya , , ,

fajar said...

orang2 nasrani pembohong sma kya agamanya jg pembohong dan keras kepala!

Anonymous said...

subhannaalah..
Allah Maha besar atas segala cipta'an nYa

Anonymous said...

ini bukan hoax! Islam itu memang benar adanya.

iman said...

ALLAHU AKBAR

Nilta said...

Allahu Akbar, Subhanallah...

zen said...

hanya orang2 yg beriman yang percaya hal ini, amantu billah wa rasulih

dede. A. W said...

allahhuakbar...

Anonymous said...

Allahuakbar!!! No doubt about it Islam is the way of life....
so many evidence about it....

Anonymous said...

SUBHANALLAH...ALLAHU AKBAR

Anonymous said...

Jadi nyambung dengan Ka'Bah sebagai pusat arah kiblat waktu sholat.

Anonymous said...

subhanallah
maha besar allah

Anonymous said...

preeeetttttttttttt ........... bau busuk

Anonymous said...

yaampun keturunan budak aja blagunya minta ampun hahaha,si ismail

Anonymous said...

pikiran orang KOMUNIS

Anonymous said...

Luar biasa...tapi sayang bukan jalan menuju surga

Anonymous said...

Saya yakin...yang bikin tulisan berkenaan dengan Ka'bah diatas adalah...MUSUH-MUSUH ISLAM !!!
Mereka membuat orang Islam begitu BODOH, dengan mempercayai berita-berita yg seolah-olah membela Islam padahal BERITA BOHONG BESAR !!! Hati-hatilah saudaraku atas berita-berita seperti diatas, seolah-olah ilmiah dan Islami, tapi 1000000% HOAX. Jangan sampai kita dibodoh-bodohi

Anonymous said...

Nambahin...
Kalo Makkah ada radiasi, pasti dengan mudah terlacak oleh HP, radar, dan pesawat yg mondar-mandir deket situ, nyatanya???
Trus...yg bilang Greenwich itu pusat bumi itu siapa??? ketahuan yg bikin tulisan gak ngerti bahasan ilmiah (padahal sok ilmiah). GMT itu adalah sebuah standard waktu (by kesepakatan) yg meletakkan busur 0 derajat melewati kota greenwich. Dengan demikian, busur 180 derajat ada di samudera pasifik dan cocok digunakan untuk standard permulaan waktu (daerah paling minim di bumi dengan mobilitas manusia). Jadi gak ada hubungannya dengan pusat bumi

Anonymous said...

maha suci Allah Tuhan Sekalian Alam,

Anonymous said...

islam, benar kan, tapi mengapa orang sono banyak yang percaya yaa!!!!!

Anonymous said...

tulisan ini membuktikan sebuah ajaran, tapi koq ada yang menjelek-jelekan agama lain. bukannya kita beragama masing-masing dan mati nanti masing-masing. trus meyakini sebuah agama kan untuk tujuan keselamatan masing-masing. orangtuanya beriman bagus bukan jaminan anaknya akan masuk surga.udahlah jangan saling mencaci. untukmulah agamamu dan untukkulah agama ku. masing-masing aja.

Anonymous said...

,..bodoh nya kamu sujud depan batu,...keliling batu,..cium batu,..bejalan atas dua batu,...lontar batu ke arah batu,..???..ohhh,...my STONE,....LOve you,...

rae-rae said...

eh..Haithfreedom.org itu situs apaan yach...kok disitu isinya ngata-ngatain islam tuh isinya hoax semua...terkait dengan berita kabah sebagai pusat bumu...tolong dong yang faham soal ini jelaskan secara ilmiah and rasional ma orang yang bilang silam itu hoax...duh sebel banget deh

Perjalanan Ini said...

itu lah indah nya Islam dan yakinlah bahwa Islam agama yang Paling sempurna ALLOHU AKBAR....!!!

Anonymous said...

terlalu berlebihan

Anonymous said...

begitulah kalo orang2 sudah "men-Tuhankan Agama"...agamanya selalu dianggap lebih tinggi dari Tuhan itu sendiri...

Post a Comment

» Silahkan komentar jika artikel ini bermanfaat. Thx :)